Campervan Trip (NZ Must Do)

Jalan-jalan keliling New Zealand dengan campervan adalah salah satu dari impianku. Asik aja ngebayangin bisa menginap di tempat-tempat terpencil dan ketika bangun pagi melihat gunung dan danau…huaaah..indah 3x..pastinya. 

Nah..tulisan ini dibuat untuk memberikan gambaran secara menyeluruh tentang trip dengan campervan. Ibarat hidup..hehe..trip dengan campervan itu nggak hanya tentang asik dan indah aja..tapi ada duka dan betenya juga. 

Sukanya..kita jadi fleksibel untuk menyusun itinerary..nggak usah cari dan booking hotel.. nggak sibuk check in dan check out dari hotel sambil geret-geret bawa koper..bisa terkagum-kagum melihat bintang dan bulan di malam hari…bisa menginap dekat gunung dan danau dengan view yang ok..pokoknya cool abiss.

Tapi ada tapinya..semua itu bisa sempurna indah jika fasilitas di campervan berjalan dengan baik. Xixi..sayangnya campervan yang aku sewa itu toiletnya bocor dan heaternya suka mati mendadak. Jadi kita harus make sure sebelum menginap di free camper site tersedia toilet umum yang bersih dan ada flushnya (untungnya toilet umum di NZ mayoritas bersih). Malem-malem juga harus membiasakan diri untuk terbangun tengah malam karena kedinginan karena heater mendadak mati dan harus dinyalakan ulang. So friends..kalo bisa pastikan ketika serah terima dengan perusahan penyewaan campervan..semua fasilitas berjalan baik.

Selain itu..perlu diingat juga ruangan campervan itu sempit..toilet..tempat tidur semuanya kecil. Jadi usahakan kalau bisa bepergian dengan keluarga atau teman akrab atau muhrim..hehe…rempong juga urusan ganti bajunya. That’s why kita nggak pernah tuh mandi di toilet yang ada di campervan..ehm..jarang mandi si..hehe..secara untuk camper site yang nyediain fasilitas shower itu bayar bo..harga bervariasi tergantung lokasi (mulai dari NZD 15 per orang). 

Ada ruang tidur di atas tempat duduk supir

Tempat duduk bisa jadi tempat tidur

Terlepas dari hal-hal yang kurang menyenangkan..jalan-jalan dengan campervan bagiku  sudah merupakan petualangan tersendiri..ditambah pula jalannya di NZ yang wisata alamnya ok bangettss..so campervan plus NZ..mungkin ibarat minum hot chocolate di kala cuaca dingin..bikin rasa jadi complete. 

Narsis dengan campervan😜

Haha…tapi next time kalo ke NZ lagi..kayaknya aku coba sewa mobil aja dan nginep di motel. Secara kalo untuk trip kedua (cita-cita😄)..itinerary cuma jalan-jalan santai..nggak kejar tayang lagi..mau nginep beberapa hari di tiap kota kecil nan cantik di NZ..😆😄.

So guys..pilih sewa campervan..sewa mobil atau naik bis antar kota untuk keliling NZ sangat tergantung dengan itinerary, gaya traveling dan teman jalan ke NZ. Apapun pilihannya..nggak akan jadi mimpi buruk..hehe..sebete-betenya pasti akan terhibur dengan keindahan alam NZ yang terhampar di sepanjang jalan.

NZ oh NZ..can’t help falling in love with you. I’ll be back..just wait for me..

Moga Bunda Disayang Allah – Tere Liye

Dua hal yang membuatku tertarik untuk membeli dan membaca buku ini..pertama judulnya..kedua pengarangnya.

image

Judulnya mengingatkanku atas doa yang diajarkan sejak kecil dan selalu kubaca tiap habis sholat. Pengarangnya tak kuragukan lagi…buku-bukunya selalu menginspirasiku. Hmm..buku MBDA ini bukan buku baru..tapi berhubung aku suka buku Tere Liye baru setahun belakangan ini..jadi baru baca deh..:)

Dan sebagaimana diduga..buku ini slalu ada nilai-nilai yang bikin aku merenung..menangis…dan bersyukur. Buku ini bercerita tentang Melati yang menjadi buta dan tuli di usia 3 tahun dan usaha orang-orang di sekitarnya untuk membuat Melati dapat “berkomunikasi”. Alur cerita seputar harapan..putus asa..percaya akan janjiNya bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan..percaya akan keadilanNya. Dalem ya..tapi bahasanya sederhana kok..itulah saktinya para penulis handal itu..masuk dan meracuni pikiran kita tanpa kita merasa digurui. Two thumbs up for Tere Liye.  Ini sedikit kutipannya..like it so much..:

” Begitulah kehidupan ini, kau tidak pernah berhak bertanya atas keputusan Tuhan. Tidak ada kesempatan memilih takdirNya. Kau tidak berhak protes. Tidak sama sekali. Setiap kali kau protes, maka seseorang akan mengingatkan bahwa Tuhan Maha Adil. Sebab kita terlalu bodoh, maka kitalah yang tidak tahu dimana letak keadilanNya, tidak tahu apa maksudnya. Kalau kita tidak pernah mengerti, itu jelas karena kita terlalu bodoh, bukan berarti Tuhan tidak adil. TUHAN SELALU BENAR .”

Nah..tunggu apa lagi baca bukunya. Hehe..semangat banget ya promosiin bukunya. Iyalah..nemu resto enak aja disharing di semua sosmed..masak nemu buku yang ok bgtzz isinya..dinikmati sendiri aja😄😜

Never Stop Traveling

Never stop traveling itu adalah impian sekaligus janjiku dalam hati. Selain karena aku adalah beauty seeker – the one who loves to see everything which has the beauty on it, juga karena ku merasakan traveling itu mendewasakanku dan salah satu caraku untuk mendekatkan diri dengan-Nya.

Traveling itu mendewasakanku

Ketika traveling, aku tidak hanya mengalami hal-hal yang menyenangkan, tetapi juga hal-hal yang kurang menyenangkan ataupun melelahkan. 

Aku tidak akan lupa dinginnya cuaca di malam hari ketika trekking ke Poonhil di Nepal, padahal siangnya  harus bergelut dengan tangga-tangga yang tak kunjung habisnya.

image

Sunrise di Poonhill - Nepal

Ketika pulang dari Dieng – Wonosobo, aku ketinggalan kereta sehingga harus naik bis. Kebayang donk macetnya jalanan ketika long weekend. Perjalanan dengan bis dari Purwokerto menuju Bogor sekitar 12 jam…belum termasuk perjalanan dengan mobil dari Wonosobo ke Purwokerto sekitar 5 jam..total duduk 17 jam..xixixi..mantap deh rasanya😜

image

Sunrise @ Sikunir - Dieng

Namun semua hal tidak menyenangkan itu bagiku hanyalah bumbu yang membuat perjalananan itu menjadi semakin berkesan. Layaknya hidup..kita tidak bisa memilih untuk hanya menjalani hal-hal yang indah dan menyenangkan, kita juga harus menerima untuk menjalani hal-hal suram yang kelabu..semuanya satu paket..kayak paket ayam plus kentang goreng deh..haha😜.

Tuh kan dewasa banget jadinya tulisanku ini..haha..umur boleh makin bertambah..tapi dewasa adalah pilihan..dan ku masih terus belajar untuk mendewasakan diri.

Orang dewasa bagiku adalah orang yang memiliki impian besar dan berani untuk mengejarnya walaupun harus jatuh berkali-kali. Orang dewasa adalah orang yang bertanggung jawab atas pilihannya dan menerima apapun konsekuensinya. Orang dewasa adalah orang yang tetap tersenyum ketika semua hal begitu kelabu karena dia percaya akan ada hal indah yang menantinya.

Dan traveling dengan semua suka dukanya adalah semacam training bagiku untuk menjadi dewasa:)

Traveling itu salah satu caraku mendekatkan diri dengan-Nya

Mungkin ini sedikit lebay ataupun berlebihan bagi sebagian orang. Kalau mau pdkt dengan-Nya..Tahajudlah..Puasa Senin-Kamis..Sedekah..ya..setuju3x..tapi ku percaya traveling itu juga mendekatkan diri kita dengan-Nya.

Ketika aku umroh sendirian tanpa teman dan keluarga, aku dipertemukan dengan orang-orang baik yang selalu menolong dan membantuku selama umroh. Aku percaya bahwa orang-orang itu adalah orang-orang yang dihadirkan Allah untuk menjagaku. Ku percaya bahwa Allah takkan pernah meninggalkanku sendirian.

Ketika aku berjalan-jalan di Paris,  aku melihat tas ungu lucu tapi mahal di suatu etalase di Champs Elysees. Hanya bisa menelan ludah dan berucap dalam hati..aku ingin punya tas ungu lucu. 2 minggu sesudahnya, temanku memberikanku tas ungu lucu sebagai kado ulang tahunku. Ku percaya bahwa Allah mendengar setiap doa.

Tiap kali ku melihat pemandangan indah di tempat-tempat yang kukunjungi..seakan itu semua itu adalah kado dari-Nya untukku..sebagai bukti kasih sayang-Nya..haha..lebay ya..tapi tiap kali pemikiran itu muncul…maka otomatis deh air mataku muncul tanpa kendali.

Dan tiap perjalanan itu memang sudah seharusnya mendekatkan diriku dengan-Nya karena perjalanan itu terlaksana hanya karena rejeki dari-Nya.

Berjalanlah sejauh-jauhnya dan kamu akan mendapati betapa luas bumi-Nya..

Mama-ku

Kapan si kamu ngerasa mellow nggak jelas? Haha..ketauan yang nanya juga lagi mellow😜. Aku si mellow tiap liat sunset dan pas lagi nggak enak badan. Plus satu si..kondisi umum yang dialami cewek pada umumnya tiap bulannya..TST-lah😄 

Tenang3x..weekend ini nggak mau ngomong tentang mellow kok..tapi mau menulis tentang orang yang selalu kurindukan terutama ketika aku lagi mellow..siapa lagi..Mama-ku.

Yupp..aku telah menulis berbagai hal di blog ini..rasanya ada yang kurang jika aku tidak menulis tentang seseorang yang teramat penting yang pernah hadir dalam hidupku..berharap tulisan ini bisa mengobati rasa rinduku. Let the story begin…☺

Mamaku itu masakannya enak bangets..saking enaknya bikin aku susah bgt bilang enak untuk masakan padang yang dijual di restoran. Secara standar enaknya udah ketinggian:)

Tiap kali ujian sewaktu sekolah..mamaku selalu support dengan cemilan-cemilan enak…selalu ingetin break dulu belajarnya buat ngemil. Slalu ingetin jangan belajar sampai larut malam.

Kalau lagi sakit..pasti sibuk nanyain mau makan apa..mau dibeliin buah apa..berasa jadi princess bgt deh. Miss you mom..so much😙.

Tapi yang paling aku rindukan dari mamaku adalah bahwa mama adalah orang yang kuyakin akan selalu berada di sisiku walaupun semua orang di dunia ini membenciku. Ketika aku gagal..mamaku akan menjadi motivator terbaik.karena mama slalu percaya bahwa aku bisa menjadi lebih baik bahkan ketika aku tidak percaya pada kemampuanku.

Terima kasih ya Allah karena telah memberikan aku mama terbaik  sedunia. Aku titip mamaku..jauhkan mamaku dari siksa kubur..ampuni dosa mamaku..aamiin..

Yaah..mamaku memang sudah tiada..dan tulisan ini adalah salah satu cara untuk menunjukkan cintaku. Buat yang masih punya mama..jangan sia-siakan kesempatanmu..show her how much you love her, before it’s too late.

JUST ME AND MYSELF

Para penulis hebat di luar sana mungkin menulis untuk menginspirasi banyak orang dengan pikiran-pikiran bijaknya. Tapi bagiku yang sering kali tidak bijak ini..maka seringkali tulisan kubuat sebagai pengingat diri. Menulis untuk mengendapkan apa pun yang berkecamuk di hati. Dan entah kenapa..sore ini ku ingin menasihati diri sendiri…berharap nanti sesudah selesai menulis blog ini..yang tersisa hanyalah pikiran positif.

PART I

Dear Santi..

Aku tahu kamu ingin menjadi seperti orang-orang hebat di luar sana..memiliki hidup yang begitu bermanfaat bagi agama dan umat. Terkadang sesak kau rasakan ketika menyadari bahwa selama ini seakan kau hidup hanya untuk kebahagiaan dirimu sendiri, padahal kamu tahu bahwa sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain. Tapi tahukah kamu, jangan berkecil hati. Tidak ada kehidupan yang sia-sia. Seberapa pun minim ilmumu..seberapa pun jumlah hartamu..atau alasan apapun yang mengecilkan hatimu..sungguh Allah hanya melihat ketulusan niatmu. Sedekah Rp 10 ribu yang diberikan oleh seorang tukang becak misalnya..mungkin sama nilainya di hadapan Allah dengan sedekah Rp 1 M yang diberikan oleh seorang pengusaha. Biarkan besar kecilnya nilai amalmu ditentukan olehNya..kamu hanya berusaha untuk menjadi orang yang bermanfaat dengan apa yang saat ini kamu bisa..tahukah kamu tidak ada kehidupan yang sia-sia..bahkan senyummu di hadapan saudaramu (sesama muslim) adalah (bernilai) sedekah. Semoga tulisan ini membuatmu tersenyum lega..namun bukan berarti kamu berhenti berdoa dan berusaha untuk menjadi orang-orang hebat di luar sana. Keep fighting..

PART II

Dear Santi..

Ketika ku melihatmu menangis membaca novel itu..ku tahu kamu pun pernah bertanya hal yang sama dengan tokoh utama di buku itu..mempertanyakan takdirNya. Hal itu terlintas di benakmu ketika kamu merasa lelah. Yah..terkadang ketika hal-hal tidak menyenangkan terjadi bagi dirimu sendiri..susah sekali untuk tetap berpikir positif. Namun..sekali lagi kukatakan kepadamu…kata-kata yang kukutip dari buku Tere Liye, penulis favoritmu itu..semoga membekas dan tertancap kuat di hatimu:

Kehidupan ini selalu adil. Keadilan langit mengambil berbagai bentuk. Beribu wajahnya. Berjuta bentuknya. Hanya satu cara untuk berkenalan dengan bentuk-bentuk itu. SELALULAH BERPRASANGKA BAIK. Maksudnya adalah selalu berharaplah sedikit. Berharap sedikit, memberi banyak. Maka kamu akan siap menerima segala bentuk keadilan Tuhan..
-Rembulan Tenggelam di Wajahmu-

Ya..sungguh ku ingin kamu mengingatnya selalu..karena ku khawatir jika pertanyaan tadi terlalu sering melintas di benakmu..itu akan menggerogoti imanmu. Ridho atas takdirNya adalah kunci as kebahagiaan (dan lagi-lagi ini kukutip dari sebuah buku karangan mas Faris BQ). Ya Santi..ilmu ku pun tak banyak..namun ku ingin membaginya denganmu..semoga menjadi ilmu yang bermanfaat.

Sekian…:)

Bukan Novel Biasa (Cinta 3 Benua)

Sudah sejak tahun 2008, aku hanya membeli buku yang memberikan inspirasi kepadaku..mungkin saat ini aku termasuk orang-orang yang ogah rugi..ngapain buang uang untuk sesuatu yang nggak bermanfaat…hehe..baru nyadar setelah dulu sempat beli koleksi buku percintaan vampire (tapi sumpah dulu itu ngehits bgt lho…nggak gaul kl nggak tau..😅😂).

Sempat ekstrim juga…ogah bgt beli novel fiksi..belinya buku” self development gitu..ttg motivasi dengan penulis dari luar negeri. Kayaknya dulu penulis lokal nggak ocee aja. Namun mungkin karena sekarang banyak penulis-penulis buku lokal islami yang ok (atau dulu akunya nggak nyadar aja ya..xixi)..aku pun mulai ketagihan buku-buku mereka. Dimulai dengan buku 99 Cahaya di Langit Eropa dan Berjalan di Atas Cahaya karya Hanum Rais..Al Fatih dan Habits karya Felix Siauw..Letters from Turkey karya Faris BQ..Assalamualaikum Beijing karya Asma Nadia dan sekarang mulai ketagihan buku-buku karya Tere Liye terutama bukunya yang berjudul Bidadari-Bidadari Surga.  Para penulis itu mempunyai karakter dan gaya bahasa tersendiri dengan topik yang beragam..namun satu kesamaannya mereka membisikkan aku melalui buku yang mereka tulis tentang inspirasi menjalani kehidupan dari sisi Islami.

Kali ini aku baru saja membaca tentang novel berjudul Cinta 3 Benua karya Faris BQ dan Astrid Tito. Novel ini bercerita tentang perjuangan seorang lelaki bernama Faiz untuk melupakan sosok wanita yang dicintainya di masa lalunya (Layla) dan dikisahkan pula pertemuan Faiz dengan wanita-wanita lainnya, dimana salah satunya (Nayla) pun sempat membuat Faiz untuk membuka hatinya. Sekilas mirip dengan novel Islami lainnya, dimana entah hanya ada satu pria sholih, ganteng dan pintar yang dicintai oleh banyak wanita..hehehe..tetapi novel yang satu ini beda. Aku suka cara penulis menuturkan dalam bukunya tentang diskusi antara Layla dan Faiz dengan perantaraan email tentang cinta, melukisi hidup, takdir dan tentang impian Layla untuk menjadi istri sebaik Khadijah, istri Rasulullah SAW. Aku suka sosok Layla yang cerdas, cantik dan kemampuannya dalam mengelola perasaan cinta dan rindunya kepada Faiz. Uniknya, buku ini ditulis oleh 2 penulis, hmm..untuk bab goresan Faiz itu pasti dominan ditulis mas Faris BQ..gaya bahasanya itu lho puitis romantis tingkat tinggi..hehehe. Dan, buku ini membuatku ingin ke Turki lagi dan berkunjung ke Kairo karena setting cerita buku ini adalah Jakarta, Istanbul dan Kairo..hehe..godaan jalan” itu bukan hanya ketika ada promo tiket murmer, tapi juga pas baca novel😄.

Dan tulisan ini pun aku akhiri dengan beberapa kutipan yang aku suka dari buku Cinta 3 Benua :

“Aku hidup dengan filosofi air mengalir, Faiz. RIDHA dengan qadha adalah kartu as kebahagiaanku. Dan itulah hidup sempurna yang kujalani, jawab Layla dengan nada tegas.”

“Tetapi Layla, aku msh seperti dulu. Ketagihan menikmati detik demi detik rasa sakit dan kesedihan. Sungguh, aku masih beriman pada logika-logika yang dulu aku utarakan mengapa ada kegairahan magis yang tidak akan kamu temukan dalam hidup kecuali kamu dapat menikmati kesedihan sebagaimana kamu menikmati kebahagiaan, menikmati kesusahan seperti menikmati kemudahan, menikmati sakit seperti menikmati sehat.”

“Siapa yang jatuh cinta, tetapi dapat menjaga kehormatan dirinya walau harus mati, ia seperti mati syahid.”

Masih banyak lagi si kutipan yang aku suka, tetapi pasti lebih seru kalau kalian baca langsung bukunya..hehe.

Last but not least..thx untuk semua para penulis favoritku yang kusebut di awal tulisan ini..pls keep on writing..keep on inspiring.

Some Days Are Never Forgotten (The End)

Day 4 : Never Ending Peace and Love

Pagi itu aku bangun dengan ceria..mungkin karena hari itu aku sudah akan kembali ke Pokhara..atau karena aku tahu bahwa ketika aku membuka pintu kamarku maka gunung-gunung itu sudah akan menyambutku dengan gagahnya. Tentunya beberapa saat sebelum sunrise, aku sudah berdiri di pelataran depan kamarku yang terletak di lantai 2. Udara yang dingin tidak mengusik niatku untuk menatap sunrise sekali lagi . Hikkss…gonna miss this moment..*cry.

image

Never get enough...😍

image

Huaaah..gonna miss it so much..😭

Sesudah melihat sunrise, packing dan sarapan, kami pun melanjutkan perjalanan menuju desa Ghandruk. Medan yang dilalui relatif mudah hanya berupa jalan menurun dan datar melalui hutan. Kami dapat berjalan cukup cepat tanpa harus sering beristirahat. Sekitar jam 11an lewat, Keshab pun mengajak kami untuk makan siang. Walaupun dalam hati ku merasa masih terlalu pagi untuk makan siang. Kami pun berjalan masuk melalui jalan setapak dan kemudian hampir serempak, aku dan Kokom pun berseru kagum melihat pemandangan yang kami temui. The view is so wonderful and makes me want to cry. Selama ini ku berpikir bahwa pemandangan seperti ini hanya ada di lukisan atau settingan yang sengaja dibuat untuk shooting film.

image

This view is beyond my expectation😍

image

Can I stay here forever? 😍😙

Restoran sekaligus lodge itu bernama Snowland. Walaupun indah, namun saat itu hanya kami pengunjungnya, seakan dibuat khusus hanya untuk kami. Dan ternyata hal tersebut karena tempat itu bukan terletak di jalur yang biasa dilewati oleh trekkers. Just want to do something special because this is our last day, said Keshab to us. Hikkss..this is really the best lunch I’ve ever had.

image

Best lunch I've ever had..😍

image

We'll be back...😍😍😍

Setelah makan dan puas berfoto ria, kami pun melanjutkan perjalanan mengelilingi desa Gandruk. Kami mengunjungi museum dan vihara yang ada di desa Ghandruk. Tak terasa waktu sudah lewat dari jam 3 sore, maka kami pun bergegas menuju Kimche dimana jeep sudah menunggu untuk membawa kami kembali ke Pokhara.

Dalam perjalanan menuju Pokhara itu pun, aku sudah merasakan ada yang hilang..guess I just left my heart at the mountain. Hatiku tak ingin berpisah dengan kedamaian yang kurasakan tiap kali ku melihat deretan pegunungan dengan birunya langit dan pohon yang menjulang tinggi. Aku cinta dengan kesederhanaan penduduknya dengan senyuman di wajahnya dan salam Namaste yang diucapkannya. Semoga sampai kapan pun tidak akan berubah.

Hope it will be never ending peace and love for Nepal..just wait for me..I’ll be back..