My ABC Story – Nepal (Part 2)

Day 4 : Ghorepani to Tadapani (4,5 jam)

Alhamdulillah..setelah badai angin dan salju di hari sebelumnya..pagi ini cerah..sehingga kami bisa menikmati pemandangan gunung dari kamar dan ruang makan hotel tempat kami menginap. Namun karena kami sedikit trauma dengan rute trekking ke Tadapani..kami pun tidak mencoba untuk kembali ke Poonhill..hemat tenagalah untuk ke ABC..toh kami sudah pernah melihat view indah di Poonhill pada trekking tahun lalu. Cukup puas dengan view gunung di depan hotel..kami pun melanjutkan perjalanan.

Habis gelap terbitlah terang…๐Ÿ˜„๐Ÿ˜Š

Rute ke Tadapani adalah rute melewati bukit-bukit dan hutan dengan pemandangan indah yang slalu memukau hati. Ditambah pula dengan rhododenron yang bermekaran di sana sini.

This is my favourite view otw to Tadapani

Namun berhubung kemarinnya badai..ada pohon-pohon tumbang yang menutupi jalan ketika kami melewati hutan. Mau nggak mau deh..melewati batang pohon itu dengan merayap naik..pokoknya gimana caranya lewatin batang pohon..hehehe. 

Nah rute melewati bukit dan hutan ini tidak melewati desa penduduk sehingga tidak ada toilet umum. Jadi wajib tahan pipis selama 2 jam. Haha…padahal sudah minum banyak ketika sarapan ..berhubung wajib hukumnya minum air putih 3 liter sehari selama trekking supaya tidak terjangkit AMS. Bener aja donk kebelet pipis pas di bukit..untung setengah jam kemudian ketemu toilet.

Akhirnya sekitar jam 2 siang..kami pun tiba di penginapan. Penginapan yang sama yang tahun lalu kami tempati..namun berhubung peak season..kami tidak memperoleh kamar di lantai 2 dengan view gunung..tapi di lantai 1..namun untunglah..deket toilet. Haha..sungguh menyiksa lho minum banyak pas udara dingin..pengen ke toilet mulu. Gara” takut AMS juga..kami dilarang bobo siang oleh guide kami..masih blm nemu si penjelasan ilmiahnya kaitan bobo dengan AMS..tapi daripada”..patuh aja deh ya..hehe.

Hotel Grand View Lodge

Oh iya…desa Tadapani ini hanya ada 5 lodge dan sedang peak season..makanya untuk kamar kali ini..aku pun nggak bisa bawel” manja minta room yg attached bathroom dan view ok ke guide aku..dapet kamar aja udah syukur..hehe. 

Day 5 : Tadapani to Chomrong (4 jam)

Ibarat veteran perang Vietnam yang trauma dengan hal-hal selama di Vietnam..aku pun trauma mendalam dengan desa Chomrong. Tangganya super banget..dan sebelnya desa ini mau pergi maupun pulang dari ABC..rutenya konsisten ada tanjakannya. Haha..tapi desa Chomrong sebenarnya cozy si..cuma pas kesana..Prem terkilir kakinya sehingga kami menginap sebelum sampai di desa Chomrong.

Rute dari Tadapani menuju Chomrong sebenarnya indah (abaikan tangganya)..awalnya kami melewati desa mungil dengan perbukitan plus ada kuda yang merumput..berasa Jakarta itu dunia lainlah kalo udah liat view beginian. 

Adeeemm…desa banget..๐Ÿ˜

Transit di tempat-tempat indah..buat istirahat dan makan siang. Melewati jalan dengan view sawah berundak..jadi inget Ubud di Bali jadinya.

Pengen istirahat lama aja bawaannya๐Ÿ˜Š

Setelah lelah dengan tangga dan sempat berhujanria..seneng banget pas dapet kamar mungil cantik dengan kamar mandi dalam untuk menginap. So far so good..tapi sayang sejak badai kemarin, wifi jadi bermasalah dan sinyal jaringan kartu lokal juga kurang bagus..jadi susahlah untuk berinternetria. Hal itu berlanjut sampai kami kembali ke Chomrong sesudah dari ABC..hahah..seminggulah tanpa internet..ada bagusnya jugalah..biar bisa benar” menyatu dengan alam ๐Ÿ˜„๐Ÿ˜Š

Our hotel…๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜„

Day 6 : Chomrong to Dovan (4,5 jam)

Sebelum berangkat..kami pun sarapan pagi ala” piknik..di luar lodge sambil mandangin gunung. Ini benar” liburan mewah yang aku suka..haha..mewah itu bagiku jika gunung slalu muncul dimana-mana menemani..bukan  jalan” di pertokoan elit di Eropa๐Ÿ˜„๐Ÿ˜œ.

Waiting for breakfast..*pancake ๐Ÿ˜„

Sesudah sarapan, kami pun menuju pusat desa Chomrong. Suka banget dengan suasana desanya..niat ganti itinirary biar pas balik dari ABC..bisa menginap di desa Chomrong.

Gunung saljunya ๐Ÿ˜„

Tiap sudut desa menyapaku bersahaja..๐Ÿ˜™

Coba liat anak tangganya..๐Ÿ˜…

Desa ini selain super dengan tangganya..ada jalan” kecil dimana kami harus permisi numpang jalan ke sapi-sapi disana..duh sumpah takut dicium sapi lho saking jalannya tuh mepet banget dengan sapi. Belum lagi adegan lari-lari dikejer” sapi karena beneran deh tuh sapi abis dilewatin kami..kok lari ngikutin kami berdua dari belakang ya..hahaha…sayang nggak foto sapi” penguasa jalan itu..nggak kepikir saking takutnya๐Ÿ˜….

Dal Bath with chicken curry and the mountain๐Ÿ˜˜๐Ÿ˜™

Makan siang hari itu di Sinuwa Guest House…uhhh..menu Dal Bath dengan chicken curry terenak selama trekking. Belum lagi kami dipinjami teropong untuk melihat ke gunung salju..ampuuunnnn..ngecess to the max..mo lari aja gitu langsung ke ABC. Haha…oh iya..abis dikejer sapi..pas lunch pun..anjing kecil punya pemilik resto juga nggak kalah iseng..deketin mulu bo..ampe teriak histeris..iya si tuh anjing kecil ukurannya..tapi anjing tetep anjing..makhluk yang paling ogah aku deketin di planet bumi ini..huhuhu. Maaf ya anjing kecil..nothing personal..nggak suka anjing aja.

Lanjut makan siang..kami pun menuju desa Bamboo..disini banyak juga yang menginap..tapi kami prefer untuk menginap di desa Dovan. Lelah si..karena saat itu sudah jam 4 sore..padahal desa Dovan masih sekitar 1 jam dari desa Bamboo. Tapi pas sampai di penginapan di desa Dovan..ahhh..senangnya..we can see fishtail..yeaah it’s getting closer to ABC๐Ÿ˜Š. 

Fishtail is calling my name๐Ÿ˜

Di desa Dovan ini hanya ada 3 penginapan..jadi nggak ada istilah bathroom attached lagi..udah puas dengan kondisi kamar yang nyaman. Tapi malesnya..di penginapan ini juga menginap turis dari negara yang terkenal jorok banget kamar mandinya..bener aja donk..pas pake toilet abis salah satu dari mereka masuk..uhhh..nggak flush. Idihhhh jorok tetep aja dibawa ke sini..huhuhu..bete to the max๐Ÿ˜ฌ.

Malamnya ketika dinner..guide kami berkata bahwa dari desa Dovan sampai dengan ABC..penginapan semakin sedikit..akan diusahakan untuk selalu bisa menginap di private room..tapi jika terpaksa..mungkin harus sharing room dengan trekker lain. Huhu..horor banget dengernya..untunglah kemudian makan korean noodle yang lumayan enak dan ditutup dengan main kartu bareng..jadi kemungkinan buruk itu pun tidak terlalu dipikirkan lagi.

Day 7 : Dovan to Deurali (4 jam)

Perjalanan menuju Deurali melewati desa Himalaya..bagi sebagian orang yang tidak punya cukup waktu untuk trekking sampai ke ABC..maka mereka akan mengusahakan untuk singgah minimal sampai desa Himalaya. Kala bagi aku si nggak recommended-lah kl cuma sampai Himalaya..sayang banget..perjalanan dari Deurali ke ABC itu yang bagiku spektakuler, so don’t miss it๐Ÿ˜„.

Dari Himalaya..perjalanan cukup berat medannya untuk sampai ke Deurali..ditambah pula hujan gerimis mulai turun dan langit pun mulai gelap. Perjalanan pun dipercepat..entah sudah ke berapa kalinya kami berhujanria selama trekking kali ini.

Dan akhirnya tiba juga di penginapan sekitar jam 3 sore. Di Deurali hanya ada 4 penginapan. Maka itu dengan wajah tegang..ku mengamati pembicaraan Keshab dan penjaga penginapan. Rupanya penginapan penuh tapi setelah berbincang”..akhirnya penjaga penginpan mempersilahkan kami untuk menginap di kamar paling ujung yang berseberangan dengan tempat guide dan porter menginap. Hikss..kamar paling tidak nyaman..lantainya batu..cahaya lampunya juga bikin suasana kamar suram..ya..hanya itu private room yang tersisa. Sisanya adalah kamar-kamar untuk 4 orang..dan kami tetap tak mau sharing dan pilih private room๐Ÿ˜….

Berhubung kondisi kamar yang tidak nyaman dan dingin..kami memilih  menghabiskan waktu di dining hall sampai waktu tidur tiba. Setelah tertawa-tawa akibat games tebak kata yang kami mainkan sesudah dinner..kami pun tidur..hiksss..cuaca dingin sudah mulai menteror. Sleeping bag pun mulai dikenakan. Kasian kokom..sleeping bagnya bau bukan kepalang..next kyknya better bawa sleeping bag milik sendiri deh..jangan sewa!! 
Antara bangun dan tidur..aku pun berpikir..kuat nggak ya menginap di ABC..dinginnya pasti bukan kepalang. Dan malam itu terasa panjang bagiku..entah karena kedinginan atau terjangkit AMS sehingga susah tidur. Ahhh..ABC..just wait for me..I’ll be there in few days..aamiin..*pray

Memories made in the mountain, stay in our heart forever *a curse of Himalayaโค

Bersambung

Iklan

My ABC Story – Nepal (part 1)

Annapurna Base Camp

Fill your life with adventure, not things. Have stories to tell, not stuff to show…

Dahulu aku sempat berpikir bahwa menulis blog perjalanan sesudah traveling hanyalah suatu “kewajiban” yang harus dilakukan agar dapat bermanfaat bagi para traveler lainnya. Namun kini…aku juga menulis untuk diriku sendiri..untuk mengingat dan mengenang…dan kemudian move on..hahahaha..trust me it’s so hard to move on after you see the mountain in Nepal. Sebegitu susahnya..sehingga aku pun kembali ke Nepal untuk kedua kalinya untuk mencicipinya indahnya pegunungan dari Annapurna Base Camp, setelah sebelumnya trekking ke Poonhill pada kunjunganku yang pertama.  So..just let story begin…๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜„

Day 1 : Pokhara to Bhatanti (6 jam)

Kami berangkat dengan start awal dari kota Pokhara (7 jam dari Kathmandu). Berhubung saat ini kami hanya trekking berdua dan perempuan pula..maka trekking kedua ini pun diatur dengan bantuan Ramesh Aryal – Manajer Hotel Grand Holiday…mulai dari perijinan, trekking, guide dan porter. Guidenya pun guide yang sama dengan trekking pertama..serem juga bepergian dengan orang yang benar-benar asing..hehehe..maklum kami bukan perempuan tangguh dan perkasa yang suka solo traveling…๐Ÿ˜…. 

Kami berangkat sekitar jam 9 pagi dengan mobil menuju Hille. Perjalanan memakan waktu cukup lama sekitar 3 jam karena cuaca yang berkabut sehingga mobil pun berjalan perlahan. Cuaca yang berkabut dan lagu-lagu romantis John Legend dan Passenger yang diperdengarkan di mobil itu sungguh membuat baper..*ehhh๐Ÿ˜‰. Jalannya cukup mulus..namun sesudah melewati desa Nayapul..berasa naik kuda..off road..haha. Tiba di desa Hille..trekking pun dimulai. Hanya kurang dari sejam kemudian..kami pun singgah untuk makan siang di desa Tikhedhunga (1.500 mdpl) dengan menu Dal Bat (makanan khas Nepal yang disajikan dalam nampan besar dengan nasi, sayur”an dan kari ayam / sayuran) yang satu porsi kami makan berdua. 

Sekitar jam 2an..kami pun menuju desa Ulleri. Fully stairs..tangga dulu tangga lagi..hehehe..dan ini merupakan kali kedua (uhh..jadi inget Raisa๐Ÿ˜‚) bagi kami. Doyan banget disiksa kayaknya sampai niat napak tilas anak tangga yang jumlahnya berkisar 2.500. Trekking pertama ke Poonhil si lumayan terhibur karena cuaca cerah sehingga puncak gunung salju terkadang hadir  untuk menyemangati. Trekking kali ini cuaca mendung..bahkan tak lama hujan gerimis pun turun. Satu-satunya hiburan hanya membully guide kami..hehehe..entah si mana yang membully dan yang dibully..saling membully ajalah selama perjalanan sambil berusaha melupakan cuaca yang tak bersahabat. Sebenarnya cuaca mendung ini sudah kami duga karena kami pergi di akhir bulan Maret, musim semi dimana hujan sering kali turun. Tetep nekat karena kami ingin melihat Rhododenron (bunga di Nepal yang hanya tumbuh di ketinggian 2.000 mdpl sd 3.200 mdpl). Jika ingin langit biru cerah..musim dingin kayaknya lebih ok..sekitar pertengahan bulan Desember. 

Rhododendron – Pink & Red

Setelah 3 jam berjalan kaki..kami pun tiba di penginapan (3 Sister Machhapuchhre Guest House). Penginapan ini bener” special request dari aku..hehe..pas trekking pertama..kami singgah untuk lunch dan sumpah viewnya keren banget. Tapi untuk trekking kali ini..nggak keliatan gunungnya sedikit pun ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ. Namun cukup terhiburlah dengan kamarnya..suka dengan tirai pink dan motif bunga bed covernya..sumpah penting bgt ya ditulis disini..hehe..kamarnya cozy banget..sampai niat mau baca buku dulu sebelum bobo..walau akhirnya batal dan jadi “gosip” berdua di kamar sampai tengah malam (charming oh charming..psst๐Ÿ˜‚).

Kamar kami yang berpintu merah ๐Ÿ˜„

Pemandangan seputar penginapan..berkabut๐Ÿ˜–

Day 2 : Bhatanti to Ghorepani (3 jam)

Pemandangan pagi ..*no mountain๐Ÿ˜ญ

Pagi hari pun masih berkabut namun karena sudah bertekat untuk menikmati liburan..maka kabut pun tetap dieksplore untuk pemotretan. Hari ini kuduga merupakan hari yang santai karena trekking hanya melalui hutan yang jalannya relatif mudah. Pada saat trekking pertama ke Poonhill, kami menempuh perjalanan dari Tikhedhunga ke Ghorepani hanya dalam waktu sehari trekking. Kami pun berangkat sekitar jam 9 pagi sesudah sarapan pancake yang menurutku enak (tiga peserta lainnya si say no๐Ÿ˜œ). 

Menu rutin makan pagi selama trekking๐Ÿ˜™

Kami pun menikmati pemandangan hutan, air terjun dan bunga-bunga Rhododenron yang mulai banyak bermunculan. Berfoto sana sini..nggak ada gunung..apapun jadilah…*tetep narsis.

Penghibur hati๐Ÿ˜Š

Autumn in Nepal๐Ÿ˜‰

Sesudah puas berfotoria…lanjut ngemil momo (makanan khas Nepal, mirip dimsum tapi bisa digoreng atau direbus) dan kentang goreng di Hungry Eye Restaurant. Ngemil aja karena saat itu masih jam 11an dan prediksi jam 2 siang sudah tiba di Ghorepani. Namun karena lama banget makanannya muncul, kami pun baru memulai trekking lagi sekitar jam 1 siang. Langit mendung sungguh mempengaruhi kondisi hati…rasanya kok nggak nyampe” dan sungguh berasa lelah.

Bernarsisria sebelum masuk pintu gerbang๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜„

Untunglah sekitar jam 3 sore kami pun tiba di Ghorepani (2.874 mdpl) dan kami menginap di Super View Lodge. Suka juga dengan kamarnya yang cantik dan lagi-lagi  bisa hot shower dengan leluasa (bathroom attached) plus jendela yang jika langit cerah bisa melihat gunung๐Ÿ˜“. 

Penginapan terbesar selama trekking

Kamar mandi tercantik selama trekking

Bunga dipetikkin guide..bukan aksesoris hotel๐Ÿ˜

Dining hallnya juga lapang dengan jendela-jendela besar (yang lagi-lagi jika cuaca cerah bisa memandang gunung sepuasnya๐Ÿ˜ญ) ditambah pula dengan adanya perapian yang membuat kami betah berlama-lama di dining hall untuk membaca buku, minum teh hangat atau mengobrol dengan tamu lainnya. Topik pembicaraan tak lain dan tak bukan seputar kabut, mendung dan belum melihat gunung sejak awal trekking. Kasian juga si karena bagi mereka ini adalah kunjungan pertama ke Nepal dan mereka jauh-jauh datang al. dari Inggris Belanda dll hanya untuk melihat gunung di Nepal. Doa kami pun sama..semoga besok cerah sehingga bisa melihat sunrise di Poonhill.  Hari itu pun ditutup dengan memakan pizza dan lagu Raisa ketika dinner..hehehe.

4 loyang pizza untuk berempat ๐Ÿ˜ฒ

Day 3 : Poonhill  (2 jam pulang pergi)
Hari ini kami tidak berangkat pagi menuju Poonhill (3.210 mdpl) untuk melihat sunrise karena menurut hasil penerawangan guide kami pada jam 4 pagi..sunrise kemungkinan besar tidak terlihat karena langit tak berbintang. Untunglah trekking sebelumnya, kami sudah melihat sunrise yang tersaji indah di Poonhill. Kami baru berangkat sekitar jam 07.30 sesudah dibangunkan ala militer oleh guide kami..yup..barisan gunung itu pun menampakkan dirinya. Sekitar jam 08.30an kami pun sampai di Poonhill..sayangnya gunung-gunung itu seakan sedang mengajak kami bermain petak umpet. Kadang muncul kadang tertutup kabut kembali. Sedikit sedih..tapi juga bersyukur karena akhirnya di hari ke-3 ini kami dapat melampiaskan rasa rindu kami memandang barisan gunung bersalju dari Poonhill. 

Selalu foto di spot ini..*wajib ๐Ÿ˜†

Akhirnya lihat gunung juga…๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜

Kami pun berlama-lama berada di menara pandang…memandang pepohonan yang terhampar di sekitar Poonhill..menatap kembali gunung ketika ia muncul dari balik awan..mendengar lagu-lagu romantis..menari..haha..berasa Poonhill hanya milik kami berempat..secara jumlah orang yang ada di Poonhill pada saat itu kurang dari 15 orang. 

Semoga batik mendunia…*iklan batik

Ki-ka : Prem, Keshab, Me & Kokom

Sekitar jam 11 siang kami pun kembali ke penginapan di Ghorepani untuk makan siang. Rencananya, siang sesudah makan siang, kami akan mengeskplore desa Ghorepani..tapi apa daya..hujan salju. Baru pernah melihat salju turun sebesar popcorn..cuaca hari itu sungguh tak bersahabat. Malam harinya saat makan malam, badai angin…angin kencang bertiup seakan-akan hendak merubuhkan jendela tempat kami menginap. Para guide pun menenangkan seluruh tamu..jika hari ini badai angin maka besok pasti cuaca cerah. Malam itu aku dan Kokom pun  tidur dengan resah..kami pun sepakat jika cuaca buruk berlanjut kami akan membatalkan trekking ke ABC dan mengubah destinasi ke desa Ghandruk. Walau dalam hati terus berdoa..pls God..make our dream come true. Yup..we just do our best and let God do the rest.

Bersambung…


The A to Z of ABC Trekย 

Traveling – It leaves you speechless, then turn you into a storyteller

Tulisan ini didedikasikan untuk orang-orang di luar sana yang sudah jatuh hati dengan keindahan gunung-gunung yang berbaris indah di Nepal. Listen to your heart..go make your dream come true..now or never. Haha..ratjoen bgt ya..tapi Nepal itu emang menggoda bgtlah..once is not enough. Dan trekking ke Annapurna Base Camp merupakan kepergianku yang kedua kali ke Nepal. 

Trekking ke ABC itu memorable..penuh warna dan keringat juga..haha..kebayang donk..kl dihitung”..untuk mencapai ABC itu..harus melewati kurang lebih 12 ribu anak tangga..blm itung tanjakkan yang nggak bentuk tangga ya. Itu kata guideku si..tapi ntar coba dihitung sendiri ya..xixi.

Walau ceritanya banyak dan pengen banget pajang foto-foto narsis disana..tapi untuk tulisan ini hanya akan membahas hal-hal umum yang sering ditanyakan seputar trekking, yaitu persiapan, budget dan itinirary.

Persiapan

Hal utama persiapan fisik..olahraga 2 bulan penuh hehe..weekend aja lari pagi lho..takut banget kena Altitude Mountain Sickness. Secara ABC itu terletak di ketinggian 4.130 mdpl, lumayan seremlah buat aku yang nggak pernah mendaki gunung di Indonesia kecuali Bromo dan Ijen *ehhhh๐Ÿ˜‰.  Untuk peralatan, siapin sepatu boot waterproof yang nutupin ankle (senjata utama, cari yang brandedlah biar aman), jaket windbreaker, jaket heat tech, longjon berlapis-lapis (jangan bawa kaos bahan katun, kl keringetan bikin suhu badan jadi lbh dingin), trekking pole (wajib pake tongkat..buat hemat tenaga), sarung tangan etc. Ikhtiar terakhir…just in case something happen..beli travel insurance..pastiin klausulanya tertulis jelas mengcover untuk aktivitas trekking sampai dengan ketinggian 5.000 mdpl..jangan ampe juga si ngerasain naik helikopter dari ABC gara-gara kena AMS..hehehe.

Budget

Hmm..paling males kl omongin yang satu ini ya..secara tuh aku rada boros untuk makanan dan suka lupa ngitung” ampe detail urusan biaya. Bawa si buku kecil di tas..tapi selalu lupa catet…haha. Berikut garis besarnya untuk biaya trekking 12 hari ke ABC : Travel Insurance di World Nomad Insurance (Durasi 3 mg : USD 83/org), Guide, Porter, Sewa Jeep ke Hille dan ke Pokhara & Trekking Permitt (USD 345/org), Biaya makan, sewa penginapan, charge HP, beli air mineral, hot shower (berkisar NPR 30 Ribu/org selama 12 hari trekking). Total berkisar Rp 9 juta orang. Cukup mahal karena aku hanya pergi berdua..sehingga biaya untuk porter dan guide (USD 40/hari) serta sewa jeep hanya bisa sharing berdua. Kamar juga bervariasi..jika pilih kamar yang sharing dan kamar mandinya di luar pasti lebih murah. Tarif kamar berkisar NPR 300 sd NPR 700 ( 1 USD berkisar NPR 100). Tarif makan dan akomodasi selama trekking mungkin bisa dihemat sd NPR 25 ribu per orang untuk 12 hari trekking (kl makannya juga hemat dan sederhana ya..hehe).

Itinirary (12 days trekking)

Trekking Map

Berhubung kami berdua paranoid dengan yang namanya AMS..maka kami memilih trekking selama 12 hari dengan rute yang menurut hasil pengecekan di google merupakan rute teraman dari AMS (sehari naik dengan ketinggian tidak lebih dari 600 mdpl) dan masih bisa narsis sana sini (tiap hari maksimal trekking 5 jam, itu hanya 2 hari..sisanya rata-rata 3 sd 4 jam). Berikut adalah rutenya :

Day 1 : Go by jeep to Hille then trekking to Bathanti.

Day 2 : Bhatanti to Ghorepani

Day 3 : Go to Poonhill. Stay at Ghorepani.

Day 4 : Ghorepani to Tadapani

Day 5 : Tadapani to Chomrong

Day 6 : Chomrong to Dovan

Day 7 : Dovan to Deurali

Day 8 : Deurali to MBC

Day 9 : MBC to ABC then go back to MBC. Stay at MBC.

Day 10 : MBC to Bamboo

Day 11 : Bamboo to Chomrong

Day 12 : Chomrong to Shiway. Go by jeep from Shiway to Pokhara.

Lebih detail tentang lodges dan kondisi medan di tiap desa akan dibahas di tulisan selanjutnya..๐Ÿ˜„๐Ÿ˜Š. 

So guys..what are you waiting for? ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜„

We’ve come to ABC. It’s your turn now๐Ÿ˜˜

New Zealand Edisi Hemat

Besar kecilnya pengeluaran selama traveling sangat tergantung dengan minat dan traveling style yang dipilih. Intinya semua orang pasti ingin murah..tapi seberapa besar ia mau menukar kenyamanan untuk harga yang lebih murah ..jawabannya bervariasi. 

Pos utama yang selalu aku bidik untuk dipangkas seminim mungkin adalah biaya transportasi dan penginapan. Hmm..untuk makan bagi sebagian orang juga dipangkas..tapi bagiku si masih bisa negotiablelah. Jangan pikirin kurs kalau makan pas jalan-jalan di luar negeri..bisa kurus ntar..haha. 

Oh iya..sebelum bahas budget panjang lebar..perlu diketahui bahwa aku pergi ke NZ di bulan Agustus 2016, ketika musim dingin dan low season. Berangkatnya berdelapan..jadi sharing costnya berasa..haha..minimal berempatlah kalau kalian mau sewa campervan ketika di NZ.

Visa & Asuransi Perjalanan (Rp 2,2 juta)

Ini si fixed cost lah ya..biaya visa Rp 1,9 juta..hmm..itu per keluarga lho..ada maks umur anak si..21 atau 17 thn gitu deh (cek ya di websitenya http://www.vfsglobal.com). Jadi murah tuh kalo pergi sekeluarga. Untuk yang pernah peroleh visa schengen, rata-rata dikasih visa multi entry jangka waktu 2 tahun. Urus visanya gampanglah dibanding UK atau Eropa. Hmm..berhubung jalan-jalan ke NZ yang rawan gempa, kami pakai asuransi perjalanan untuk 15 hari..sekitar Rp 300 ribu. Yah..jaga-jaga aja.

Tiket Pesawat (Rp 7,5 juta)

Aku berangkat dengan Air Asia ketika Air Asia sedang promo launching rute baru Kuala Lumpur – Auckland. Tarif tiket pp plus bagasi dan makan sebesar Rp 4,6 juta. Tiket pp Air Asia Jkt – KL net Rp 1,34 juta. Total tiket pp Jkt -Auckland net berkisar Rp 6 juta. Berhubung di NZ, waktunya singkat hanya 2 minggu namun kami ingin explore South Island dan sebagian North Island, maka kami memilih naik pesawat dari Auckland ke Christchurch. Tarif tiket pesawat Jet Star pulang pergi net sekitar Rp 1,5 juta.

Transportasi dan Penginapan

South Island – 8 hari (berkisar Rp 3,7 juta)

Kami keliling South Island dengan menggunakan campervan (kapasitas 4 orang), jadi sewa 2 campervan. Berhubung musim dingin, ada disc 50% sehingga seorang membayar Rp 2,7 juta untuk sewa campervan 8 hari plus asuransi kendaraan. Biaya bensin untuk perjalanan 8 hari berkisar NZD 250 per campervan. Selain itu, jika hendak menggunakan peralatan elektronik yang tersedia seperti microwave etc serta charge hp, maka harus menginap di campersite berbayar untuk memperoleh fasilitas power supply (supaya bisa mencharge listrik ke campervan) yang tarifnya bervariasi, minimal NZD 15 per orang. Kami hanya 2 x menginap di campersite berbayar..hehe..judulnya kan hemat ya😜. Total biaya berkisar Rp 3,7 juta per orang.

North Island – 4 hari (berkisar Rp 2,3 juta)

Kami hanya sempat keliling di 3 kota, yaitu Taupo, Mata-mata dan Auckland. Tarif hotel yang kami pilih berkisar NZD 30 per orang per malam. Jenis kamarnya adalah dormitory untuk berempat atau berdelapan. Hotel Haka Lodge untuk di Taupo dan Auckland, sedangkan di Matamata adalah O’Reillys Motel. Penginapan nyaman, namun harus naik taxi dari terminal bis terdekat. Bis yang kami gunakan adalah Intercity. Kami baru memesannya H-1 melalui i-site (semacam tourist information center) yang tersedia di tiap kota. Tarif bervariasi tergantung jam keberangkatan dan jarak kota yang dituju, berkisar NZD 29 s/d NZD 44 tiap kali naik bis.Rute yang kami pilih..Auckland-Taupo, Taupo-Matamata dan Matamata-Auckland.

Menginap di Bandara

Haha..terus terang ini pertama kali aku lakukan selama aku traveling dan kayaknya cukup sekali aja. Jadi kami menginap dua kali di bandara, yaitu di bandara di Auckland dan bandara di CHC. Bandara di Auckland, kami menginap di prayer room yang terletak di lantai 2 dekat food court di bandara untuk kedatangan dan keberangkatan internasional. Haha..sumpah nggak bobo semenit pun..keras bo lantainya walaupun berkarpet. Itu ketika aku baru sampai di NZ, jadi sayang si menguras stamina ketika baru mau jalan-jalan. 

Kedua kalinya di bandara CHC, tapi berhubung bandara ini anti banget dengan orang-orang yang tidur di bandara, maka kami pun “terpaksa” untuk tidur di airport lounge. Tarifnya NZD 10 per orang. Semacam aula yang cukup besar, dimana untuk tiap orang disediakan semacam kursi bantal besar yang bisa ditiduri dan selimut. Terdapat fasilitas untuk charge hp dan meja kursi untuk makan. Aulanya bisa menampung berkisar 20 s/d 25 orang. Lumayanlah dibanding tarif hotel dekat bandara, paling murah NZD 35 per orang per malam. Tapi tetep donk nggak bisa bobo..haha..nggak bisalah tidur rame-rame begitu😂.

Makan

Biaya makan di NZ cukup mahal untuk saku orang Indonesia..rata-rata sekali makan itu berkisar NZD 12. Paling murah paket lunch kentucky, yaitu NZD 6,5. Untunglah, ketika di South Island mayoritas makannya masak sendiri (baca: makan masakan teman😂). Tapi tiap kali liat kue enak mau beli..ya..lumayanlah pos untuk biaya makan. Jadi ini si seleralah ya..mungkin si total makan n ngemil selama 12 hari berkisar NZD 200. Haha..nggak ngitung soalnya kalo buat makan dan oleh-oleh. 

Tiket Wisata

Nah, ini jangan dianggap remeh, lumayan menguras kantong, padahal cuma ikut 3 paket wisata. Tiket hobbiton NZD 79 (overprice, haha..cukup sekali seumur hidup), tiket cruise di Milford Sound NZD 90 (wajiblah ini si) dan paket kereta gantung di Queenstown NZD 45. Belum lagi kalo yang mau naik helikopter buat liat gletser..haha..lagi-lagi minat dan selera. Tapi kalo mau yang gratisan banyak kok..semua jalur hiking gratis..haha..gratis dan amazing banget pemandangannya.

@Hooker Valley Track – Mt Cook..Ngapain bayar kalo yang gratisannya indah begini..

Jadi butuh uang berapa si kalo mau ke NZ? Yah..itu relatiflah ya..apalagi untuk biaya makan, oleh-oleh dan tiket wisata. Jika bisa hemat untuk 3 grey area itu..maksimal Rp 20 juta bisalah untuk 2 minggu. Itu hemat lho..jika dibandingkan dengan tour. Aku si dulu pernah tertarik ikut tour 10 hari ke NZ  tahun 2012, harganya sekitar Rp 40 juta. Nggak ngerti deh..sekali check doank..tapi langsung males dan nggak pernah cari tahu lagi. Haha..pilih tour atau jalan hemat..it’s your choice😜.

Traveling is the only thing you buy that makes you rich

Trekking in New Zealand

Guess I’ve already found a beautiful place to get lost..and that is New Zealand 😍

Alhamdulillah..bisa juga berkunjung ke negara yang tiap belokannya tuh instagramable..haha..iya tiap belokan pengen difoto dan diupload ke instagram..keceee abis soalnya. Tempat indahnya berserakan dimana-mana..dan waktu 2 minggu di NZ bagiku tidak cukup untuk explore NZ. Menikmati alam indah itu ibarat minum hot chocolate..dinikmati seteguk demi seteguk..nggak langsung sekaligus glek3x. Haha..that’ why ..niat balik lagi ke NZ khusus buat explore south island..sebulan baru puas tuh kayaknya *apa kabar jatah cuti😜.

Butuh waktu lama karena pengen cobain semua jalur trekkingnya. Di satu tempat wisata..bisa ada 2 s/d 3 jalur trekking..dengan waktu tempuh yang bervariasi. Selama di sana..baru bisa coba beberapa saja..mengingat waktu yang terbatas. Seneng banget..bener-bener trekking cantik..jalur trekkingnya dibuat seaman mungkin..tanahnya dibuat berpasir..jika ada jalanan dari kayu selalu di atasnya dilapisi semacam kawat jeruji. Effort untuk trekkingnya nggak seberapa..tapi viewnya amazing banget..so sungguh merugilah orang-orang yang bepergian ke New Zealand tapi tidak mencoba untuk trekking😄.

Mau tau kemana aja? Ni dikasih bocorannya..nggak semua..hanya yang cukup menantang saja..haha..*padahal males nulis banyak..ini blog bukan buku soalnya😆. So..let’s check it out

 Blue Pools Track

Terletak di Makaroa, South Island NZ. Hanya butuh waktu singkat..sekitar 15 menit berjalan kaki dari jalan raya melewati hutan menuju Blue Pools (nggak hitung waktu buat foto-foto cantik ya:)), total pulang pergi sekitar 30 menit.

Jalan kayu yang dilapisi kawat

Blue Pools

Dinamakan Blue Pools karena warna airnya

Pemandangan seputar Blue Pools

The Divide to Key Summit

Jalur trekking ini terletak di Milford Road, 84 km dari Te Anau, South Island, NZ. Merupakan rute trekking yang utama untuk dipilih jika berkunjung ke Milford Sound. Waktu yang dibutuhkan adalah 3 jam (pulang pergi). Sayangnya, kami baru memulai trekking sekitar jam 14.30 (sesudah Milford Cruise) sehingga kami memutuskan tidak menuntaskan trekking karena hari sudah mulai gelap. Yup..bulan Agustus adalah musim dingin..sehingga waktu siang tidak panjang. Hikkss..kami hanya sampai melihat puncak gunungnya saja..dan itu makan waktu 2 jam (pulang pergi). Huhu..next time..I’ll be back to finish what I’ve started.

Hiks..setengah jam lagi sampai padahal

Huka Falls Track

Terletak di kota Taupo, North Island, NZ. Dimulai dari Spa Park dan berakhir di Huka Falls. Butuh waktu sekitar 2 jam (pulang pergi). Pemandangan sepanjang tracknya keren abis. Kami jalan di sepanjang tepi sungai Waikato yang ditumbuhi pepohonan cantik.

Eksotis banget viewnya..


Berasa di pedalaman sungai Amazon..*lebay😄

This is it..Huka Falls ..

Hooker Valley Track

Konon katanya merupakan jalur trekking terpopuler di New Zealand. Terletak di Aoraki / Mt Cook National Park, South Island, NZ. Butuh waktu sekitar 3 s/d 4 jam untuk menyelesaikan trekking. Pemandangan sepanjang jalan..spektakuler. NZ..you never fail to impress me😚

Epic Mountain View..😍😍😍

Hooker Lake..

Narsis pun kumat😂😅

So for all nature lovers..NZ is calling your name..:)

Campervan Trip (NZ Must Do)

Jalan-jalan keliling New Zealand dengan campervan adalah salah satu dari impianku. Asik aja ngebayangin bisa menginap di tempat-tempat terpencil dan ketika bangun pagi melihat gunung dan danau…huaaah..indah 3x..pastinya. 

Nah..tulisan ini dibuat untuk memberikan gambaran secara menyeluruh tentang trip dengan campervan. Ibarat hidup..hehe..trip dengan campervan itu nggak hanya tentang asik dan indah aja..tapi ada duka dan betenya juga. 

Sukanya..kita jadi fleksibel untuk menyusun itinerary..nggak usah cari dan booking hotel.. nggak sibuk check in dan check out dari hotel sambil geret-geret bawa koper..bisa terkagum-kagum melihat bintang dan bulan di malam hari…bisa menginap dekat gunung dan danau dengan view yang ok..pokoknya cool abiss.

Tapi ada tapinya..semua itu bisa sempurna indah jika fasilitas di campervan berjalan dengan baik. Xixi..sayangnya campervan yang aku sewa itu toiletnya bocor dan heaternya suka mati mendadak. Jadi kita harus make sure sebelum menginap di free camper site tersedia toilet umum yang bersih dan ada flushnya (untungnya toilet umum di NZ mayoritas bersih). Malem-malem juga harus membiasakan diri untuk terbangun tengah malam karena kedinginan karena heater mendadak mati dan harus dinyalakan ulang. So friends..kalo bisa pastikan ketika serah terima dengan perusahan penyewaan campervan..semua fasilitas berjalan baik.

Selain itu..perlu diingat juga ruangan campervan itu sempit..toilet..tempat tidur semuanya kecil. Jadi usahakan kalau bisa bepergian dengan keluarga atau teman akrab atau muhrim..hehe…rempong juga urusan ganti bajunya. That’s why kita nggak pernah tuh mandi di toilet yang ada di campervan..ehm..jarang mandi si..hehe..secara untuk camper site yang nyediain fasilitas shower itu bayar bo..harga bervariasi tergantung lokasi (mulai dari NZD 15 per orang). 

Ada ruang tidur di atas tempat duduk supir

Tempat duduk bisa jadi tempat tidur

Terlepas dari hal-hal yang kurang menyenangkan..jalan-jalan dengan campervan bagiku  sudah merupakan petualangan tersendiri..ditambah pula jalannya di NZ yang wisata alamnya ok bangettss..so campervan plus NZ..mungkin ibarat minum hot chocolate di kala cuaca dingin..bikin rasa jadi complete. 

Narsis dengan campervan😜

Haha…tapi next time kalo ke NZ lagi..kayaknya aku coba sewa mobil aja dan nginep di motel. Secara kalo untuk trip kedua (cita-cita😄)..itinerary cuma jalan-jalan santai..nggak kejar tayang lagi..mau nginep beberapa hari di tiap kota kecil nan cantik di NZ..😆😄.

So guys..pilih sewa campervan..sewa mobil atau naik bis antar kota untuk keliling NZ sangat tergantung dengan itinerary, gaya traveling dan teman jalan ke NZ. Apapun pilihannya..nggak akan jadi mimpi buruk..hehe..sebete-betenya pasti akan terhibur dengan keindahan alam NZ yang terhampar di sepanjang jalan.

NZ oh NZ..can’t help falling in love with you. I’ll be back..just wait for me..

Moga Bunda Disayang Allah – Tere Liye

Dua hal yang membuatku tertarik untuk membeli dan membaca buku ini..pertama judulnya..kedua pengarangnya.

image

Judulnya mengingatkanku atas doa yang diajarkan sejak kecil dan selalu kubaca tiap habis sholat. Pengarangnya tak kuragukan lagi…buku-bukunya selalu menginspirasiku. Hmm..buku MBDA ini bukan buku baru..tapi berhubung aku suka buku Tere Liye baru setahun belakangan ini..jadi baru baca deh..:)

Dan sebagaimana diduga..buku ini slalu ada nilai-nilai yang bikin aku merenung..menangis…dan bersyukur. Buku ini bercerita tentang Melati yang menjadi buta dan tuli di usia 3 tahun dan usaha orang-orang di sekitarnya untuk membuat Melati dapat “berkomunikasi”. Alur cerita seputar harapan..putus asa..percaya akan janjiNya bahwa sesudah kesulitan ada kemudahan..percaya akan keadilanNya. Dalem ya..tapi bahasanya sederhana kok..itulah saktinya para penulis handal itu..masuk dan meracuni pikiran kita tanpa kita merasa digurui. Two thumbs up for Tere Liye.ย  Ini sedikit kutipannya..like it so much..:

” Begitulah kehidupan ini, kau tidak pernah berhak bertanya atas keputusan Tuhan. Tidak ada kesempatan memilih takdirNya. Kau tidak berhak protes. Tidak sama sekali. Setiap kali kau protes, maka seseorang akan mengingatkan bahwa Tuhan Maha Adil. Sebab kita terlalu bodoh, maka kitalah yang tidak tahu dimana letak keadilanNya, tidak tahu apa maksudnya. Kalau kita tidak pernah mengerti, itu jelas karena kita terlalu bodoh, bukan berarti Tuhan tidak adil. TUHAN SELALU BENAR .”

Nah..tunggu apa lagi baca bukunya. Hehe..semangat banget ya promosiin bukunya. Iyalah..nemu resto enak aja disharing di semua sosmed..masak nemu buku yang ok bgtzz isinya..dinikmati sendiri aja๐Ÿ˜„๐Ÿ˜œ